Pentas Bingkisan Cakrawala
(QS Al Buruj)
Demi langit yang datang pada purnama
Demi siang apabila menampakannya
Demi bumi serta penghamparannya
Yang mengisahkan duka dalam cakrawala
Menangis tersendah dikala hari menjanjikannya
Terbatas oleh kobaran alam
Bagai angin yang sedang di hantam pusaran
Yang tertujam deras
Membakar dan menghancurkan mentari bundar
Tak tersisa satupun insan
Yang meneteskan air mata kebencian
Yang meneteskan air mata kebencian
Yang Hitam karena bakaran alam
Terbayang akan kemustahilan anugerah
Yang menari-nari dalam kerajaan nirwana
Terbayang akan kemustahilan anugerah
Yang menari-nari dalam kerajaan nirwana
Yang datang dari kehidupan fatamorgana
Apakah kami durjana ya Robbi?
Apakah kami durjana ya Robbi?
Apakah kami hina Ya Illahi Robbi?
Yang tak dapat melihat kelembutan cahaya
Kala bersinar di dalam fajar yang menghampiri purnama
Kamipun salah langkah
Yang tak dapat melihat kelembutan cahaya
Kala bersinar di dalam fajar yang menghampiri purnama
Kamipun salah langkah
Anugerah berubah menjadi musibah
istana menjadi durjana,mahabah menjadi petaka
Yang akan menghantarkan pada pintu neraka
Yang akan menghantarkan pada pintu neraka
Kata bertiup ganas menuju bingkisan cakrawala